Oleh: Riska Rahman
Sebuah restoran di daerah Senopati,
Jakarta Selatan terlihat ramai. Beberapa mobil parkir di depan dan di samping
restoran. Di dalam restoran, terdapat beberapa muda-mudi duduk sambil
menyuruput minuman dan memotong steak
sembari menunggu dua band yang dijadwalkan akan bermain malam itu. Stars and
Rabbit yang terdiri dari Elda Suryani dan Adi Widodo dijadwalkan bermain dalam
acara Interlude bersama Float, band
asal Bandung.
Band yang berdiri di awal tahun
2011 ini memang bernama unik. Kedua kata yang dijadikan nama band oleh dua
orang asal Yogyakarta ini terkesan ceria dan bahagia karena menggabungkan dua
benda yang sering diidentikkan dengan keceriaan. Padahal, mereka tidak bermaksud
untuk memberi nama tersebut untuk musik mereka. “Nggak ada arti fundamental dan mengerikan dibalik nama band kita,”
ujar Elda ketika ditanyakan tentang filosofi nama bandnya. “Daripada dikasih
nama ‘Widodo dan Suryani’ mending
pake nama akun twitterku aja.”
Karakteristik vokal Elda sangatlah
menarik. Ia memiliki suara layaknya suara anak kecil. Ia mengaku bahwa suara
seperti itu datang secara alami tanpa dibuat-buat. “Kalau dibuat-buat gaya
nyanyi seperti itu capek, lho,”
jawabnya jujur. Ia mulai menyadari gaya menyanyi yang sebenarnya saat ia mulai
membuat lagu sendiri dan menyanyikannya sehingga jadilah warna vokal yang unik
seperti sekarang.
Gaya menyanyi yang unik membuat
Elda dijuluki oleh beberapa penggemarnya sebagai Bjork, penyanyi asal Islandia,
versi Indonesia. “Ngeri!” respon Adi saat mendengar pernyataan tersebut. Elda
sendiri tidak setuju dengan pernyataan peng gemarnya.
Menurutnya, Bjork adalah seorang penyanyi yang sama sekali tidak ada
saingannya. Namun, menurut Adi, gaya menyanyi Elda lebih mirip ke gaya menyanyi
Frente dibanding Bjork. “Pas aku nonton Frente terus aku memejamkan mata, aku ngeliatnya dia (Elda) yang nyanyi,” ungkap Adi.
Walaupun memiliki suara yang
imut-imut, lirik lagu Stars and Rabbit tidaklah ringan. Kebanyakan lagu mereka
mendapat inspirasi dari kehidupan Elda. Ini jugalah yang mempengaruhi warna
musik mereka. Saat memulai proyek Stars and Rabbit bersama Adi, Elda mengaku ia
sedang mengalami fase bawah dalam kehidupannya. Dari situ, ia mulai menulis
lirik-lirik lagu lalu membawanya ke Adi yang bertugas sebagai arranger musik. Adi lalu mulai
menginterpretasikannya sesuai dengan mood
dari lirik lagu yang diciptakan oleh Elda.
Saat ditanyakan tentang bagaimana
definisi mereka terhadap musik Stars and Rabbit, mereka berdua terlihat
kebingungan. Pasalnya, mereka tidak pernah mencoba untuk mendefinisikan ataupun
mengkotakkan musik mereka ke dalam sebuah genre musik. Mereka masih belum bisa
untuk mendefinisikan musik mereka karena Elda dan Adi adalah orang-orang yang
ada didalamnya.
Walaupun bingung mendefinisikan
musiknya sendiri, Elda mengaku dengan musiknya ia menjadi lebih mengenal dirina
sendiri. “I get to know myself better
dengan Stars and Rabbit. Baginya, musik Stars and Rabbit sangatlah personal.
Stars and Rabbit merupakan cerminan dirinya sendiri.
Bagi band baru seperti Stars and
Rabbit yang baru terdiri dari dua orang ini, impian mereka adalah untuk
memiliki additional player yang dapat
bergabung dengan band. Bagi mereka, koneksi emosional antara personil band
merupakan hal yang sangat penting. Mereka sangat mengutamakan rasa nyaman dalam
bermusik. Selain koneksi emosional dengan personil band, menuru Elda, additional player yang nantinya akan
bergabung dengan Stars and Rabbit juga harus dapat merasa nyaman dengan
lagu-lagunya karena lagu-lagu Stars and Rabbit memiliki arti yang sangat
personal untuk kedua anggota band.
Jika sudah memiliki album dan
personil tambahan yang tetap, Elda dan Adi ingin mengadakan konser tunggal
dimana seluruh penontonnya sudah mengetahui siapa Stars and Rabbit dan
bagaimana musik mereka. Saat ini, mereka berdua masih berjuang untuk
memperkenalkan musik mereka dibawah nama Stars and Rabbit. Untuk impian jangka
panjang, Elda membayangkan dirinya bersama Stars and Rabbit melakukan tur dan
bermain di festival-festival musik berskala nasional maupun internasional. Adi
sendiri membayangkan dirinya bermain di Barcelona, Spanyol diatas panggung yang
sama dengan Coldplay. “Mungkin karena aku suka bola kali, ya jadi pingin main di Barcelona,” ujarnya
sambil tersenyum.
Karakteristik vokal Elda yang unik
serta petikan gitar nan indah dari Adi menjadikan musik dari Stars and Rabbit
patut didengarkan oleh penggemar musik, khusunya penggemar genre folk pop. Lagu-lagu yang enak didengar
dengan lirik yang dalam menjadikan musik mereka patut untuk diacungi jempol.
Musik Stars and Rabbit juga menjadi bukti bahwa musik indie Indonesia merupakan
musik yang bermutu dan layak bersaing dengan musik-musik mainstream.
*Credit for photo editing and header for this post goes to @nurkhansa*
**Tulisan ini telah dimuat di tabloid Spoon yang dibuat untuk memenuhi nilai sebuah mata kuliah di kampus, dengan perubahan. Kali ini, dimuat lagi untuk mengikuti kuis #Note2Write @Samsung_ID**


No comments:
Post a Comment