Wednesday, October 10, 2012


Oleh: Riska Rahman

Sebuah restoran di daerah Senopati, Jakarta Selatan terlihat ramai. Beberapa mobil parkir di depan dan di samping restoran. Di dalam restoran, terdapat beberapa muda-mudi duduk sambil menyuruput minuman dan memotong steak sembari menunggu dua band yang dijadwalkan akan bermain malam itu. Stars and Rabbit yang terdiri dari Elda Suryani dan Adi Widodo dijadwalkan bermain dalam acara Interlude bersama Float, band asal Bandung.
Band yang berdiri di awal tahun 2011 ini memang bernama unik. Kedua kata yang dijadikan nama band oleh dua orang asal Yogyakarta ini terkesan ceria dan bahagia karena menggabungkan dua benda yang sering diidentikkan dengan keceriaan. Padahal, mereka tidak bermaksud untuk memberi nama tersebut untuk musik mereka. “Nggak ada arti fundamental dan mengerikan dibalik nama band kita,” ujar Elda ketika ditanyakan tentang filosofi nama bandnya. “Daripada dikasih nama ‘Widodo dan Suryani’ mending pake nama akun twitterku aja.”
Karakteristik vokal Elda sangatlah menarik. Ia memiliki suara layaknya suara anak kecil. Ia mengaku bahwa suara seperti itu datang secara alami tanpa dibuat-buat. “Kalau dibuat-buat gaya nyanyi seperti itu capek, lho,” jawabnya jujur. Ia mulai menyadari gaya menyanyi yang sebenarnya saat ia mulai membuat lagu sendiri dan menyanyikannya sehingga jadilah warna vokal yang unik seperti sekarang.
Gaya menyanyi yang unik membuat Elda dijuluki oleh beberapa penggemarnya sebagai Bjork, penyanyi asal Islandia, versi Indonesia. “Ngeri!” respon Adi saat mendengar pernyataan tersebut. Elda sendiri tidak setuju dengan pernyataan peng         gemarnya. Menurutnya, Bjork adalah seorang penyanyi yang sama sekali tidak ada saingannya. Namun, menurut Adi, gaya menyanyi Elda lebih mirip ke gaya menyanyi Frente dibanding Bjork. “Pas aku nonton Frente terus aku memejamkan mata, aku ngeliatnya dia (Elda) yang nyanyi,” ungkap Adi.
Walaupun memiliki suara yang imut-imut, lirik lagu Stars and Rabbit tidaklah ringan. Kebanyakan lagu mereka mendapat inspirasi dari kehidupan Elda. Ini jugalah yang mempengaruhi warna musik mereka. Saat memulai proyek Stars and Rabbit bersama Adi, Elda mengaku ia sedang mengalami fase bawah dalam kehidupannya. Dari situ, ia mulai menulis lirik-lirik lagu lalu membawanya ke Adi yang bertugas sebagai arranger musik. Adi lalu mulai menginterpretasikannya sesuai dengan mood dari lirik lagu yang diciptakan oleh Elda.
Saat ditanyakan tentang bagaimana definisi mereka terhadap musik Stars and Rabbit, mereka berdua terlihat kebingungan. Pasalnya, mereka tidak pernah mencoba untuk mendefinisikan ataupun mengkotakkan musik mereka ke dalam sebuah genre musik. Mereka masih belum bisa untuk mendefinisikan musik mereka karena Elda dan Adi adalah orang-orang yang ada didalamnya.
Walaupun bingung mendefinisikan musiknya sendiri, Elda mengaku dengan musiknya ia menjadi lebih mengenal dirina sendiri. “I get to know myself better dengan Stars and Rabbit. Baginya, musik Stars and Rabbit sangatlah personal. Stars and Rabbit merupakan cerminan dirinya sendiri.
Bagi band baru seperti Stars and Rabbit yang baru terdiri dari dua orang ini, impian mereka adalah untuk memiliki additional player yang dapat bergabung dengan band. Bagi mereka, koneksi emosional antara personil band merupakan hal yang sangat penting. Mereka sangat mengutamakan rasa nyaman dalam bermusik. Selain koneksi emosional dengan personil band, menuru Elda, additional player yang nantinya akan bergabung dengan Stars and Rabbit juga harus dapat merasa nyaman dengan lagu-lagunya karena lagu-lagu Stars and Rabbit memiliki arti yang sangat personal untuk kedua anggota band.
Jika sudah memiliki album dan personil tambahan yang tetap, Elda dan Adi ingin mengadakan konser tunggal dimana seluruh penontonnya sudah mengetahui siapa Stars and Rabbit dan bagaimana musik mereka. Saat ini, mereka berdua masih berjuang untuk memperkenalkan musik mereka dibawah nama Stars and Rabbit. Untuk impian jangka panjang, Elda membayangkan dirinya bersama Stars and Rabbit melakukan tur dan bermain di festival-festival musik berskala nasional maupun internasional. Adi sendiri membayangkan dirinya bermain di Barcelona, Spanyol diatas panggung yang sama dengan Coldplay. “Mungkin karena aku suka bola kali, ya jadi pingin main di Barcelona,” ujarnya sambil tersenyum.
Karakteristik vokal Elda yang unik serta petikan gitar nan indah dari Adi menjadikan musik dari Stars and Rabbit patut didengarkan oleh penggemar musik, khusunya penggemar genre folk pop. Lagu-lagu yang enak didengar dengan lirik yang dalam menjadikan musik mereka patut untuk diacungi jempol. Musik Stars and Rabbit juga menjadi bukti bahwa musik indie Indonesia merupakan musik yang bermutu dan layak bersaing dengan musik-musik mainstream

*Credit for photo editing and header for this post goes to @nurkhansa*
**Tulisan ini telah dimuat di tabloid Spoon yang dibuat untuk memenuhi nilai sebuah mata kuliah di kampus, dengan perubahan. Kali ini, dimuat lagi untuk mengikuti kuis #Note2Write @Samsung_ID**

No comments:

Post a Comment