Maaf,
Tuhan. Selama ini aku lupa pada-Mu. Selama ini aku asik sendiri dengan
kehidupanku di dunia sehingga aku lupa masih ada kehidupan setelah ini. Aku lupa
untuk memupuk amal baik untuk tabunganku di masa depan.
Aku sombong.
Aku lupa bahwa sebenarnya Engkaulah yang memberikanku kehidupan. Aku tak ingat
untuk berkomunikasi pada-Mu. Aku hanya sibuk berkomunikasi dengan manusia. Ironis
sebenarnya mengatakan ini, padahal aku ini mahasiswa yang sedang mempelajari
ilmu komunikasi. Seharusnya aku bisa mengaplikasikan ilmu yang kudapat di
bangku kuliah di hubunganku pada-Mu, tapi aku rasa waktu itu aku terlalu malas
untuk melakukannya.
Tuhan,
maafkan aku kalau aku bertindak sombong akhir-akhir ini. Aku bahkan sempat
berpikir bahwa sebenarnya Engkau tidak ada. Aku sangat menyesali pemikiran
seperti itu sempat singgah di kepalaku. Aku salah. Jika memang benar Kau tidak
ada, dunia yang selama ini dijalani oleh seluruh umat manusia di bumi-Mu tidak
akan ada. Tak seharusnya aku begini. Maafkan aku, hamba-Mu yang sombong dan
banyak dosa ini.
Banyaknya dosa
yang kuperbuat membuatku merasa tidak pantas untuk kembali menjalin hubungan
dengan-Mu. Tapi, aku ingat kata guruku dulu, “Tuhan itu maha memaafkan. Ia
pasti akan selalu memaafkan perbuatanmu, tak peduli seberapa buruk itu.” Teringat
perkataannya, aku pun berusaha untuk kembali membangun kembali hubungan yang
kumiliki dengan-Mu. Aku berusaha untuk mencoba melupakan semua perbuatan dosaku
ketika berkomunikasi dengan-Mu dan berusaha untuk memohon ampunan-Mu.
Masalah yang
kualami saat ini mungkin merupakan cara-Mu untuk mengingatkanku bahwa Engkau
masih ada. Inilah caramu mengingatkanku bahwa ketika semua orang tidak bisa
kuandalkan, Engkau ada di situ, bersedia mendengarkan keluh kesahku. Inilah cara-Mu
untuk membuatku ingat bahwa aku tidak boleh sombong. Inilah cara-Mu untuk
mengingatkanku untuk tetap menjalin hubungan dengan-Mu. Terima kasih, Tuhan.
Dengan tulisan
ini, aku memohon pada-Mu, Tuhan, untuk terus membuatku ingat kepada-Mu. Aku memohon
pada-Mu untuk membantuku menyelesaikan masalah yang kuhadapi sekarang. Aku memohon
pada-Mu membuatku tetap kuat dan tabah menghadapi masalah yang Kau limpahkan
kepadaku.
Rasanya aku
tak bisa berhenti mengucapkan permintaan maaf dan rasa terima kasihku pada-Mu. Maaf
karena aku telah sombong kepada-Mu, dan terima kasih karena telah melimpahkan
masalah ini sehingga aku sadar betapa takaburnya diriku.
Aku tahu
Engkau pasti memiliki alasan mengapa Engkau melimpahkan masalah ini kepadaku. Aku
tahu Engkau pasti memiliki alasan terbaik di setiap berkah dan cobaan yang Engkau
berikan. Aku hanya bisa berharap masalah yang kuhadapi saat ini termasuk salah
satunya.
